Tampilkan postingan dengan label Count. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Count. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 April 2019

Update Real Count KPU: Jokowi 54,89% Prabowo 45,11% - detikNews







Jakarta

-
Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus melakukan

update

terkait

real count Pilpres 2019

. Hasilnya, pasangan calon presiden-wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin menempati posisi pertama.

Hingga Sabtu (20/4/2019) pukul 10.45 WIB, data yang sudah masuk ke KPU sebanyak 4,64%. Sudah 37.807 dari 813.350 TPS yang datanya sudah terkumpul.

Berikut ini hasil real count KPU:




01. Jokowi-Ma'ruf Amin: 54,89% (3.974.183 suara)

02.

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

: 45,11% (3.266.222 suara)

Secara proporsional, pengambilan data sudah dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia. Begitu juga untuk hasil Pilpres 2019 di luar negeri.

Sebagaimana diketahui, rekapitulasi akhir KPU secara nasional rencananya akan keluar pada Rabu (22/5) nanti.

Saksikan juga video ' Menkominfo: Tunggu Penghitungan KPU, Jangan Kirim Hoax':

[Gambas:Video 20detik]




(dkp/hri)



















Read More

Jumat, 19 April 2019

News Pemilu 2019 Real Count KPU 07.00 WIB: Jokowi 56,41% & Prabowo 43,59% 20 - CNBC Indonesia



Jakarta, CNBC Indonesia

- Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus melaporkan perkembangan hasil penghitungan suara Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden RI 2019 di tingkat nasional. Berdasarkan data KPU hingga Sabtu (20/4/2019) pukul 07.00 WIB, laporan telah masuk dari 37.427 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia. Jumlah itu setara dengan 4,6% dari total 813.350 TPS.

Hasil sementara menunjukkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin unggul atas capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.








Real Count KPU 07.00 WIB: Jokowi 56,41% & Prabowo 43,59%

Foto: Joko Widodo bersama tim TKN di Resto Pelataran Menteng Jakarta Pusat, Kamis (18/4). (CNBC Indonesia/Chandra Gian Asmara)




Jokowi-Amin yang diusung Koalisi Indonesia Kerja meraih 54,87% suara atau setara dengan 3.929.885 suara, sedangkan Prabowo-Sandi yang diusung Koalisi Indonesia Adil dan Makmur mengantongi 45,13% suara atau setara dengan 3.231.696 suara.

Sebagai informasi, Situng hanya mempercepat proses informasi. Melalui Twitter resminya, KPU menegaskan Situng menjadi alat kontrol, namun bukan hasil resmi yang ditetapkan KPU.





"Hasil resmi ditetapkan oleh KPU secara berjenjang dalam rapat pleno terbuka dan dituangkan dalam berita acara," tulis KPU, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (18/4/2019).

Untuk hasil resmi pemilu 2019 diumumkan paling lama 35 hari berdasarakan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Perkembangan terkini real count KPU dapat diakses melalui https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/.

Simak video terkait tahapan penghitungan suara resmi KPU di bawah ini.
(miq/miq)







Read More

Real Count KPU 4,5 Persen: Jokowi 54,72, Prabowo 45,28 Persen - CNN Indonesia




Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (

KPU

) masih berproses melakukan pemutakhiran penghitungan suara

Pilpres 2019

 melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU. Hingga Sabtu (20/4) pagi, pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul sementara dari pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Data masuk yang dihimpun KPU melalui situs pemilu2019.kpu.go.id, hingga pukul 05.45 WIB, menunjukkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dengan persentase 54,72 persen atau 3.867.044 suara. Sementara itu pasangan Prabowo-Sandiaga Uno dengan 45,28 persen atau 3.200.013 suara. Adapun suara real count yang masuk baru mencapai 4,5 persen atau baru memuat 37.094 dari 813.350 total tempat pemungutan suara (TPS).

Situng merupakan sistem penghitungan resmi KPU yang disiarkan secara online di laman pemilu2019.kpu.go.id. Penghitungan dilakukan menggunakan hasil pindai form C1 yang mencatat hasil pemungutan suara di setiap TPS.

Meski hasil di situs itu resmi, tetapi hasil akhir yang ditetapkan KPU berdasarkan rekapitulasi fisik berjenjang. KPU menggelar penghitungan suara mulai 17 April-22 Mei 2019.

KPU sebelumnya telah mengimbau kedua kubu baik Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk menyudahi saling klaim kemenangan dan menunggu rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2019 dari KPU.

"Klaim dari masing-masing pihak disudahi, silahkan menunggu proses penghitungan KPU," kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di Jakarta, Jumat (19/4).




Pramono Ubaid. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)



Diketahui dua kontestan Pilpres sama-sama mengklaim kemenangan atas hasil Pilpres 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) mendeklarasikan Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang Pilpres 2019 pada Jumat (19/4) malam.

"Pada malam hari ini saya mewakili TKN untuk menyampaikan pernyataan resmi dari TKN. Pertama adalah TKN berterima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada paslon 01 Ir Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin sehingga menjadi pemenang Pilpres 2019," ujar Moeldoko di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/4).

Sebelumnya, Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto telah lebih dulu mendeklarasikan dirinya sebagai jawara di Pilpres 2019, dengan raihan suara mencapai 62 persen. Klaim itu dia dasarkan pada proses penghitungan real count yang dilakukan tim pemenangannya.

"Pada hari ini saya Prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan saudara Sandi mendeklarasikan kemenangan presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024 berdasarkan perhitungan lebih dari 62 persen dan C1 yang telah kami rekapitulasi," kata Prabowo di Kartanegara, kebayoran Baru, Kamis (18/4).

Di saat KPU masih terus berproses melakukan penghitungan, sejumlah lembaga survei hampir pungkas merilis hasil hitung cepat. Lembaga survei LSI Denny JA, Indo Barometer, Litbang Kompas, Median hingga CSIS menempatkan pasangan Jokowi-Ma'ruf dengan keunggulan di atas 54 persen. Data masuk hitung cepat di atas rata-rata 97 persen.

[Gambas:Video CNN](ain/ain)






Read More

Real Count Sementara PDIP: Jokowi Unggul 63 Persen - CNN Indonesia




Jakarta, CNN Indonesia -- DPP 

PDI Perjuangan

merilis penghitungan suara

real count

berdasarkan berkas otentik C1 yang diterima para saksi di tempat pemungutan suara (

TPS

). Hasil penghitungan sementara menunjukkan

 Joko Widodo

 - Ma'ruf Amin memperoleh 63 persen suara.

Hasil penghitungan sementara itu dipaparkan kepada awak media oleh Sekjen Hasto Kristiyanto dan Kepala Badan Saksi Pemenangan Nasional (BNSP) Arif Wibowo di kantor DPP PDIP, Jakarta, Jumat (19/4).

Pada layar besar yang digunakan untuk memaparkan hasil penghitungan suara sementara, Jokowi-Maruf terlihat unggul jauh, yakni dengan 63 persen suara. Sementara untuk pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno perolehan suara baru 37 persen.

Arif Wibowo mengatakan hasil sementara itu berdasarkan penghitungan berkas otentik C1 dari 58.422 TPS.


"Kami lebih cepat 2,5 kali dibanding KPU. Pada jam 2 siang ini, data kami sudah masuk 7,22 persen atau 58.422 dari 809.376 TPS. Di saat yang sama, KPU baru satu persenan atau sekitar 15 ribuan TPS," tutur Arif di kantor DPP PDIP, Jakarta, Jumat (19/4).

Arif kemudian menunjukkan foto-foto tim yang melakukan penghitungan di berbagai daerah. Metode yang digunakan serta situs pusat penghitungan juga dipaparkan kepada wartawan di kantor DPP PDIP.

Arif mengatakan pihaknya menggunakan sistem yang bernama Sistem Deteksi Dini dan Analisa (SIDIAN). BSPN menginput dan menghitung suara berdasarkan berkas otentik C1 yang diperoleh saksi di setiap TPS. Setelah itu, diinput ke SIDIAN sebagai pusat pengelolaan data.

Arif mengatakan data yang diinput dilakukan secara acak. Arif menampik pihaknya mendahulukan penginputan data C1 di TPS basis PDIP. Dokumen C1 yang paling cepat diterima akan langsung diinput setelah diverifikasi.

[Gambas:Video CNN]

"

Jadi enggak ada urusan kami pilih sana dulu, enggak ada urusan. Justru itu yang kami kritik KPU pada 2004. Karena dipilih-pilih dulu," ucap Arif.Sementara itu Hasto mengatakan pusat data penghitungan suara PDIP tidak bisa diakses oleh publik. Namun, dia siap membuka jika ada pihak yang ingin mengetahui. Hasto mengatakan PDIP juga siap diaudit jika ada pihak yang merasa curiga. "B

ahkan KPU kalau mau membandingkan data kami dengan Gerindra, BPN, kami juga siap untuk dicek sistemnya, ahli IT, data-data yang masuk dokumen C1 nya, bisa aja dicek secara

random

," kata Hasto.

"Misalnya ada pengamat independen yang melakukan pengecekan, sistemnya gimana, cek secara random bener enggak sistemnya, infrastrukturnya. Itu kan bisa dilakukan sehingga tidak sembarangan orang bisa main klaim," lanjutnya.

(bmw/agt)






Read More

Hasil Real Count/Penghitungan Suara Pilpres 2019 Luar Negeri Jokowi vs Prabowo di Sejumlah Negara - Tribunnews


TRIBUNNEWS.COM - Berikut adalah hasil real count atau penghitungan perolehan suara Jokowi vs Prabowo dalam Pilpres 2019 luar negeri di sejumlah negara.


Penghitungan suara dalam Pilpres 2019 telah dilakukan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di sejumlah negara.

Dikutip Kompas.com dari Antara, berikut perhitungan suara Pemilihan Presiden 2019 di sejumlah wilayah berbagai negara:


Polandia

Di Polandia, pemilu berlangsung di Warsawa pada 13 April 2019.

Sebanyak 356 orang WNI menggunakan hak pilihnya untuk Pilpres, dan 334 orang WNI untuk pemilihan legislatif.

Suara diberikan dengan langsung datang ke TPS dan menggunakan metode pos.

Berikut hasil penghitungan suara untuk Pemilihan Presiden 2019:


  • Joko Widodo-Ma'ruf Amin: 226 suara (65,13 persen)

  • Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 121 suara (34,87 persen)

Swedia dan Latvia


  • Joko Widodo-Ma'ruf Amin: 658 suara

  • Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 107 suara

Baca: Hitung Cepat Litbang Kompas: Prabowo-Sandi Kalahkan Jokowi-Amin di Sumatera


Baca: Real Count Kecamatan di Surabaya Sudah Mulai, Tim PPK Pakai Sistem Paralel Buat Kejar Deadline


Frankfurt, Jerman

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) dan KPPSLN Frankfurt, Jerman melakukan penghitungan suara dari hasil pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) dan Pos untuk Pilpres 2019.

Berikut hasil penghitungan suara untuk pemungutan suara di Frankfurt, Jerman:


  • Joko Widodo-Ma'ruf Amin: 4.353 suara (84,54 persen)

  • Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 796 suara (15,46 suara)

Jumlah total pemilih yang menggunakan hak suara sebanyak 5.149 pemilih.

Penghitungan suara dilakukan terhadap surat suara sah dari TPS dan Pos wilayah kerja Frankfurt yang meliputi enam negara bagian di Jerman.

Roma, Italia

Hasil penghitungan suara Pilpres 2019 di wilayah kerja PPLN Roma, yaitu Italia, Malta dan Siprus.


  • Joko Widodo-Ma'ruf Amin: 78,36 persen

  • Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 16,12 persen

Jumlah suara tidak sah tercatat 5,52 persen dari sebanyak 1.123 suara.

Rinciannya:

TPSLN 01 Roma: total 280 suara


  • Jokowi-Ma'ruf: 229 suara

  • Prabowo-Sandiaga: 48 suara

Tidak sah: 3 suara

KSK 01 Milan: total 242 suara


  • Jokowi-Ma'ruf: 199 suara

  • Prabowo-Sandiaga: 41 suara

Tidak sah: 2 suara

KSK 02 Malta: total 153 suara


  • Jokowi-Ma'ruf: 108 suara

  • Prabowo-Sandiaga: 44 suara

Tidak sah: 1 suara

KSK 03 Siprus: total 34 suara


  • Jokowi-Ma'ruf: 30 suara

  • Prabowo-Sandiaga: 4 suara


Read More

Kamis, 18 April 2019

Terbaru Real Count KPU Pilpres 2019, Jumat (19/4) Pukul 02.30 WIB: Suara Prabowo Naik, Jokowi Turun - Bangka Pos


Terbaru Real Count KPU Pilpres 2019, Jumat (19/4) Pukul 02.30 WIB: Suara Prabowo Naik, Jokowi Turun


BANGKAPOS.COM -- Real count Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terus bergerak, dan menunjukkan hasil terbarunya.


Hasil penghitungan suara Pilpres 2019 memang belum usai.


Adapun informasi tentang hasil penghitungan suara sementara dapat diupdate di laman Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) di https://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/


Situng bukan merupakan hasil akhir, namun hanya sebagai gambaran saja.


Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus memutakhirkan real count Pemilu 2019 melalui situs resminya pemilu2019.kpu.go.id


Mahfud MD Sepakat Jokowi Bertemu Prabowo, Berangkulan Itu Bukan Mengorbankan Hasil Pemilu


Hingga Jumat (19/4/2019) pukul 02.30 WIB suara untuk real count Pilpres 2019 telah masuk 1.29305 persen.


Perolehan itu berdasarkan real count sebanyak 10.517 TPS dari total 813.350 TPS.


Data dari laman pemilu2019.kpu.go.id atau Situng KPU, pasangan capres-cawapres urut 01, Jokowi-Maruf Amin unggul sementara.


Pasangan Jokowi-Maruf Amin unggul sementara dengan perolehan suara 56.46 persen atau dengan jumlah 1.129.783 suara.




Read More

Real Count KPU 10 Ribu TPS: Jokowi-Ma'ruf Unggul 56,4 Persen - CNN Indonesia




Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01

Joko Widodo-Ma'ruf Amin

 unggul sementara dari pasangan calon nomor urut 02

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

 di 

Pilpres 2019

 berdasarkan

real count

 yang dimuat dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (

KPU

).

Dilansir situs resmi pemilu2019.kpu.go.id Jumat (19/4) pukul 04.30 WIB, suara real count yang masuk baru mencapai 1,2 persen atau baru memuat 10.550 dari 813.350 total tempat pemungutan suara (TPS) yang dibuat oleh KPU.

Dari data yang terkumpul, Jokowi-Ma'ruf unggul dengan perolehan 56,40 persen suara atau 1.132.596 suara. Sementara itu pasangan Prabowo-Sandi meraih 43,60 persen atau sebanyak 875.598 suara. Situng KPU telah mencatat suara masuk dari hampir seluruh provinsi, kecuali Maluku dan Maluku Utara.

Situng merupakan sistem penghitungan resmi KPU yang disiarkan secara online di laman pemilu2019.kpu.go.id. Penghitungan dilakukan menggunakan hasil pindai form C1 yang mencatat hasil pemungutan suara di setiap TPS.

Meski hasil di situs itu resmi, tetapi hasil akhir yang ditetapkan KPU berdasarkan rekapitulasi fisik berjenjang. KPU menggelar penghitungan suara mulai 17 April-22 Mei 2019.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menyampaikan saat ini Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sudah dibolehkan memulai rekapitulasi tingkat kecamatan. Kemudian akan dilanjut di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.

"Sesuai tahapan kita dalam rekapitulasi nasional 25 April sampai 22 Mei, dan kita sudah pastikan tempatnya di KPU sini," ujar Pramono di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (18/4).

(ain/ain)






Read More

Rabu, 17 April 2019

Keyakinan Menang Prabowo, dari Exit Poll, Quick Count hingga Real Count | merdeka.com - merdeka.com



Merdeka.com - Dua kali Prabowo Subianto naik ke panggung berkarpet merah di depan kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Selatan. Dua kali pula, capres nomor urut 02 itu menyampaikan klaim kemenangan di Pilpres 2019. Mengaku tak percaya lembaga-lembaga survei yang mengunggulkan lawannya, Jokowi- Ma'ruf Amin, Prabowo meyakinkan pendukungnya jika dia menang berdasarkan hasil hitungan real count.



Pidato kemenangan pertama Prabowo dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu (17/4). Saat itu, dia menyampaikan, berdasarkan data exit poll dari 5.000 TPS, Prabowo-Sandi unggul 55,4 persen. Tak cukup data exit poll, Prabowo menyampaikan data hasil quick count yang dilakukan tim internalnya.


"Dan hasil quick count kita menang 52,2 persen. Mohon semua relawan untuk mengawal kemenangan kita di semua TPS dan kecamatan," ujar Prabowo yang didampingi para petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN).


Setelah memaparkan data exit poll dan quick count, Prabowo kemudian malah menyerang lembaga-lembaga survei yang menggunakan metode yang sama dan hasilnya semuanya menyatakan dia kalah dengan selisih rata-rata 9-10 persen dari Jokowi.


"Juga saya tegaskan kepada rakyat Indonesia bahwa ada upaya dari lembaga survei tertentu yang kita ketahui memang sudah bekerja untuk satu pihak untuk mengiring opini seolah-olah kita kalah," ujarnya.




Kepada pendukungnya, Prabowo berpesan agar mengawal suara di TPS hingga kecamatan. "Saudara sekalian jangan terpancing, terus awasi TPS amankan C1 dan jaga di kecamatan jangan lengah. Saya mengimbau pendukung saya semua agar tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarki. Tetap fokus kawal kotak suara karena kotak-kotak itu adalah kunci kemenangan, karena kebohongan-kebohongan yang sudah dilakukan bisa dilawan," ujarnya.


Tiga jam berselang dari pidato kemenangan yang pertama, Prabowo kembali naik ke atas panggung dan berpidato. Dia menyampaikan update soal kemenangan Pilpres 2019. Tapi kali ini dia menggunakan data berbeda yakni berdasarkan hasil real count.


"Saudara-saudara sekalian, sebangsa dan setanah air. Saudara-saudara sekalian, saya hanya ingin memberi suatu update. bahwa berdasarkan real count kita, kita sudah berada di posisi 62 persen," ucap Prabowo yang disambut pekikan takbir dan sorak-sorai pendukungnya.


"Ini adalah hasil real count. Dalam posisi lebih dari 320 ribu TPS. Berarti sekitar 40 persen. Dan saya sudah diyakinkan oleh ahli-ahli statistik bahwa ini tidak akan berubah banyak. Bisa naik 1 persen, bisa juga turun 1 persen. Tapi detik ini, hari ini, kita berada 62 persen," tegas Prabowo.


Yakin sudah menang, Prabowo mengatakan akan menjadi presiden bagi seluruh rakyat Indonesia. "Saudara-saudara sekalian, ini kemenangan bagi rakyat Indonesia, seluruh rakyat Indonesia. Dan saya katakan di sini, saya akan jadi presiden seluruh rakyat Indonesia. Bagi saudara-saudara yang membela 01 tetap kau akan kubela. Saya akan dan sudah jadi presidennya seluruh rakyat Indoensia," ucapnya.


Prabowo berjanji, kemenangannya ini akan membuat Indonesia yang adil makmur, Indonesia yang damai, Indonesia yang disegani oleh seluruh dunia. "Indonesia yang sudah tidak ada orang lapar lagi, Indonesia yang nantinya rakyatnya bisa senyum karena merasa tenang masa depannya," ujarnya.


Prabowo kemudian menutup pidatonya dengan melakukan sujud sukur di panggung bersama beberapa pendukungnya. [bal]



Read More

Quick Count Dituding Giring Opini, Cyrus Network-CSIS Tantang Prabowo Buka Data - Okezone








JAKARTA - CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi Batupahat mengumumkan hasil quick count lembaganya yang bekerjasama dengan Center for Strategic and International Studies (CSIS). Hasilnya pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin mendapat 55,6 persen dan Prabowo-Sandiaga Uno 44,3 persen.

Namun, Hasan menyayangkan pernyataan kubu Prabowo-Sandi yang menyatakan hasil quick count lembaga survei sengaja menggiring opini jika pasangan capres-cawapres nomor urut 02 itu kalah di Pilpres 2019.


"Ini terkait marwah dan martabat pollster. Pollster dan lembaga survei bisa saja ada yang berpihak, mendukung calon-calon tertentu. Tapi kalau mengeluarkan hasil, pasti profesional. Kami yang bergabung dengan PERSEPI, itu sudah bersedia diaudit jika publik merasa curiga dengan hasil lembaga," ujar Hasan di kantor CSIS, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

(Baca Juga: KPU Catat 11 Kabupaten/Kota Akan Lakukan Pemungutan Suara Susulan)


Prabowo-Sandi

Hasan menambahkan, ia khawatir karena ini adalah ada tuduhan-tuduhan serampangan yang dikeluarkan orang-orang yang mengatakan seolah pollster sedang menipu. Kemudian, Hasan menantang agar data yang diungkapkan Prabowo jika pihaknya menang berdasarkan hasil exit poll di 5.000 TPS dibuka secara gamblang.

"Lembaganya ada atau enggak. Kantornya ada atau enggak. SDM-nya ada atau nggak. Ada kegiatan seperti ini (quick count) atau enggak. Yang paling gampang adalah mengaudit seluruh kegiatan proses mereka. Karena quick count itu tidak bisa bohong. Kita punya 2.002 TPS sampling itu bisa dibuka semua, dan mereka enggak bisa ngarang. Ngarang TPS-nya di mana hasilnya berapa itu ya enggak bisa sanggup ngarang," urai dia.

(Baca Juga: AHY Harap Siapa pun Presidennya, Semua Kembali Rukun sebagai Bangsa)

Update data terakhir dari quick count yang diselenggarakan Cyrus Network dan CSIS menunjukan angka kemenangan untuk pasangan Jokowi-Maruf 55,6 persen dan Prabowo-Sandi 44,3 persen, dengan data masuk 95.7 persen pada pukul 20.09 WIB.

(Ari)















Read More

Quick Count Indo Barometer: 7 Partai Gagal Lolos Ambang Batas - CNN Indonesia




Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil hitung cepat (quick count)

Pileg 2019

 dari Indo Barometer menunjukkan setidaknya ada tujuh partai politik yang gagal masuk ke parlemen Senayan karena tak mampu melampaui ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Artinya, Indo Barometer merilis hanya sembilan partai politik melenggang ke Senayan.

Tujuh partai yang terancam gagal menduduki kursi DPR RI adalah Partai Persatuan Indonesia (2,65 persen), Partai Berkarya (2,12 persen), Partai Solidaritas Indonesia (2,13 persen), Partai Hati Nurani Rakyat (1,61 persen).

Kemudian selanjutnya yakni Partai Bulan Bintang (0,83 persen), Partai Gerakan Perubahan Indonesia (0,59 persen), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (0,26 persen). Perolehan ini dirilis dari sejumlah data masuk yang mencapai 80,92 persen.

Sementara sembilan partai yang berpeluang lolos ke Senayan dengan meraih suara di atas 4 persen masih diisi oleh partai lama yang didominasi oleh partai besar.

PDI Perjuangan memimpin perolehan dengan meraih 19,60 persen suara. Disusul dengan Partai Gerindra (13,45 persen), Partai Golkar (11,63 persen), PKB (8,51 persen), PKS (9,94 persen), Partai Demokrat (7,64 persen), Partai NasDem (7,98 persen), PAN (6,90 persen), dan PPP (4,34 persen).

Quick count Indo Barometer dilaksanakan di 1.200 TPS sebagai sampel, dari 810.329 TPS yang tersebar di 34 Provinsi. Margin of error sebesar ± 1% pada tingkat kepercayaan (confidence level) sebesar 99%. Metode penarikan sampel TPS yaitu stratified and sistematic random sampling.

Rakyat Indonesia menggunakan hak suara padanya Pemilu 2019, Rabu (17/4). Salah satu cara paling cepat untuk mengetahui hasil Pemilu 2019 ini adalah melalui quick count atau hitung cepat.

Namun hasil hitung cepat berasal dari survei dan bukan hasil perhitungan resmi. Jumlah suara resmi tetap menunggu perhitungan suara manual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Cek hasil hitung cepat Pemilu Legislatif 2019 di sini.

(ain/ain)






Read More

'Quick Count' Sementara 8 Lembaga: Jokowi-Ma'ruf Unggul - KOMPAS.com

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersiap mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bersiap mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri.






JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul sementara atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count delapan lembaga atas Pilpres 2019, Rabu (17/4/2019).


Berikut rangkuman hasil quick count delapan lembaga hingga pukul 17.25 WIB:


1. Litbang Kompas data 76,75 persen


Jokowi-Ma'ruf: 54,28 persen

Prabowo-Sandiaga: 45,72 persen

2. Indobarometer data 75,42 persen


Jokowi-Ma'ruf: 53,81 persen

Prabowo-Sandiaga: 46,19 persen

3. Charta Politika data 85,9 persen


Jokowi-Ma'ruf: 54,17 persen

Prabowo-Sandiaga: 45,83 persen

4. Poltracking Indonesia data 81,35 persen


Jokowi-Maruf: 54,87 persen

Prabowo-Sandiaga: 45,13 persen

5. Indikator Politik Indonesia data 79,9 persen


Jokowi-Maruf: 54,44 persen

Prabowo-Sandiaga: 45,56 persen


6. SMRC data 82,19


Jokowi-Maruf: 54,92 persen

Prabowo-Sandiaga: 45,08 persen

7. LSI Denny JA data 91,10 persen


Jokowi-Maruf: 55,28 persen

Prabowo-Sandiaga: 44,72 persen

8. CSIS dan Cyrus Network data 88,36 persen


Jokowi-Maruf: 55,81 persen

Prabowo-Sandiaga: 44,19 persen


Hasil quick count ini bukan hasil resmi. KPU nanti akan melakukan rekapitulasi secara berjenjang untuk menetapkan pemenang Pilpres 2019.


















Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:














Read More

Quick Count Sementara Charta Politika: Jokowi 54,42% Prabowo 45,58% - detikNews







Jakarta

-
Berbagai lembaga survei menggelar hitung cepat (

quick count

) seusai pemungutan suara

Pemilu 2019

, salah satunya Charta Politika. Hasil sementara hitung cepat Pilpres 2019 versi Charta Politika mengunggulkan Jokowi-Ma'ruf

Hingga pukul 18.50 WIB, data yang masuk ke quick count Charta Politika sebesar 92,5%. Berikut hasilnya:

01. Jokowi-Ma'ruf: 54,42%

02. Prabowo-Sandiaga: 45,58%




[Gambas:Video 20detik]

Quick count atau hitung cepat adalah metode verifikasi hasil pemilihan umum yang dilakukan dengan menghitung persentase hasil pemilu di tempat pemungutan suara (TPS) yang dijadikan sampel. Hasil quick count ini merupakan hasil sementara. Hingga saat ini, data terbaru masih masuk ke lembaga survei yang mengadakan quick count.

Data quick count bukan hasil resmi Pilpres 2019. Hasil resmi Pemilu menunggu penghitungan suara secara manual dari KPU.

Simak Juga 'Jokowi-Amin Unggul di Quick Count, Relawan Gelar Long March':

[Gambas:Video 20detik]




(imk/imk)



















Read More

Quick Count Sementara: PDIP Puncaki 9 Partai yang Lolos DPR - CNN Indonesia




Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil hitung cepat (quick count)

Pileg 2019

 dari lembaga survei CSIS, Litbang Kompas dan Indo Barometer mencatat sembilan partai berhasil melampaui ambang batas parlemen (parliamentary treshold) sebesar 4 persen.

Kesembilan partai itu berdasarkan quick count CSIS adalah PDI Perjuangan (20,5 persen), Golkar (13 persen), Gerindra (11,9 persen), PKB (10,1 persen), NasDem (8,2 persen), PKS (7,9), Demokrat (7,2 persen), PAN (6,4 persen), PPP (5,2 persen).


Hasil quick count CSIS tersebut berdasarkan 56,8 persen data yang masuk hingga pukul 17.43 WIB dan tingkat kerandoman 98,5 persen.

Hitung cepat dari Indo Barometer dan Litbang Kompas juga mencatat PDI Perjuangan dan delapan partai-partai tersebut lolos. Namun dengan peringkat yang berbeda.

Quick count Indo Barometer dengan total data masuk 35,50 persen hingga pukul 18.00 WIB, menempatkan PDI Perjuangan di peringkat pertama dengan raihan 21,98 persen.


Keunggulan PDIP dibuntuti oleh Gerindra (12,68 persen), Golkar (12,20 persen), PKS (9,31 persen), PKB (8,85 persen), NasDem (7,60 persen), Demokrat (7,12 persen), PAN (6,01 persen), dan PPP (4,36 persen).

Hitung cepat Litbang Kompas dengan data masuk 29,5 persen hingga pukul 18.02 WIB, juga menempatkan PDI Perjuangan sebagai pemenang sementara dengan meraih 22,35 persen suara.

Di bawah PDIP ada Golkar (12,2 persen), Gerindra (11,94 persen), PKB (10,82 persen), Demokrat (8,12 persen), PKS (7,77 persen), NasDem (7,51 persen), PAN (5,64 persen) dan PPP (4,65 persen).

Dengan hasil melampaui ambang batas parlemen maka partai-partai tersebut berpeluang melenggang ke DPR.


Ketiga lembaga survei itu juga seragam dalam hasil quick count partai yang tak lolos parlemen. Tercatat ada tujuh partai yang meraih suara di bawah syarat parliamentary treshold.

Partai-partai itu adalah Perindo, Berkarya, PSI, Partai Hanura, PBB, Partai Garuda dan PKPI.

Cek hasil hitung cepat Pemilu Legislatif 2019 pada tautan berikut: https://www.cnnindonesia.com/pemilu2019/quickcount/pileg (chri/wis)






Read More

QUICK COUNT PILPRES 2019 : Siapa Jadi Presiden, Jokowi Lagi atau Giliran Prabowo? Ini Perkiraan JK - Bisnis.com

Username atau Password Anda salah!


Read More

Selasa, 16 April 2019

Perbedaan Exit Poll, Quick Count, dan Real Count - CNN Indonesia




Jakarta, CNN Indonesia -- Istilah

exit poll

,

quick count

, dan 

real count

kerap mengemuka di setiap ajang pemilu, tak terkecuali 

Pilpres 2019

kali ini.

Masyarakat belakangan dikejutkan dengan kemunculan hasil exit poll Pemilu 2019 yang berlangsung di luar negeri. Hasil tersebut berseliweran di media sosial. Pencoblosan di luar negeri telah berlangsung pada 8-14 April 2019. Sementara di Indonesia berlangsung pada 17 April 2019.

Sejumlah masyarakat merespons hasil exit poll tersebut, baik secara positif maupun negatif. Hasil exit poll tersebut belum dipastikan kebenarannya, sebab exit poll menunjukkan hasil berbeda. Satu hasil exit poll memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf, lainnya memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali menjelaskan tentang pengertian exit poll yang juga merupakan bagian dari survei. Kata dia, Exit poll berbeda dengan quick count dan real count.

Ia mengatakan exil poll selalu dilakukan beberapa saat setelah pemilih telah menyalurkan pilihan politiknya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).


Metode yang digunakan dalam exit poll biasanya dengan wawancara langsung di TPS.

"Jadi secara teknis exit poll bagian dari survei. Ketika orang selesai nyoblos di TPS langsung ditanya milih siapa, 01 atau 02, atau rahasia," ujat Hasanuddin kepada CNNIndonesia.com, Selasa (16/4).

Hasanuddin menuturkan exit poll memiliki margin of error dan tingkat kepercayaan. Sebab, exit poll pada umumnya tidak mewawancarai seluruh pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap di TPS yang menjadi lokasi survei.

"Jadi secara prinsip exit poll itu sama dengan survei. Jadi di situ ada tekniknya menggunakan wawancara, hingga kuisioner terstruktur," ujarnya.

Sementara quick count, kata Hasanuddin, merupakan proses pengambilan data terhadap sampel TPS. Pada umumnya, lembaga survei hanya mengambil sampel di beberapa TPS untuk mewakili semua TPS.

"Jadi dia akan mengukur atau menghitung perolehan kandidat di TPS itu dari formulir C1 di TPS terpilih," ujar Hasanuddin.

Karena hanya mengambil sampel dari beberapa TPS, Hasanuddin menyebut quick count memiliki margin of error. Namun, ia menyebut margin of error tidak sebesar saat survei seperti exit poll.

Kata Hasanuddin, quick count tidak bisa menjadi patokan untuk memastikan kemenangan kandidat. Sebab, TPS yang dipilih lembaga survei saat melakukan quick count belum tentu mewakili seluruh TPS.

"Ada juga motif kesengajaan memang ketika TPS yang dipilih itu diambil dari kandidat yang kira-kira akan unggul. Jadi ada kesengajaan di situ," ujarnya.


Lebih lanjut, Hasanuddin menjelaskan soal real count. Kata dia, real count merupakan proses penghitungan keseluruhan surat suara yang ada di seluruh TPS. Real count, kata dia, dilakukan oleh KPU.

Pada umumnya, ia menyebut proses real count berlangsung lebih lama. Sebab, ia menyebut data yang digunakan bersumber dari seluruh TPS.

"Ini semacam sensus terhadap seluruh TPS. Makanya agak lebih lama di banding quick count," ujar Hasanuddin.



[Gambas:Video CNN] (jps/ugo)






Read More